Blue Sky Collapse

Standard

Blue Sky Collapse

Blue Sky Collapse

As I walk to the end of the line

I wonder if I should look back

To all of the things that were said and done
I think we should talk it over

Then I noticed the sign on your back
It boldly says try to walk away
I go on pretending I’ll be ok
This morning it hits me hard that

Still everyday I think about you
I know for a fact that’s not your problem
But if you change your mind you’ll find me
Hanging on to the place
Where the big blue sky collapse

I’m waiting for things to unfreeze
Till you release me from the ice block
It’s been floating for ages washed up by the sea
And it’s drowning, thought you should know that…

 

* a song by Adhitia Sofyan

Yesterday…

Standard

YESTERDAY has within that single word unmeasurable meaning, just as the word potential has within it unmeasurable possibility.

There is little you can change regarding yesterday for your potential lies in this now moment, not in the past.

Choose your NEXT MOMENT forward by reflecting on the yesterdays as a pool of wisdom in which to fine tune your path ahead. Yesterday has a way of showing you by its contrast what worked and what did not work, what you liked and what did not appeal to you. It is your task as a unique individual to look at the yesterdays of the world and choose what it is YOU are INSPIRED to place focused attention or physical action to.

It’s up to you to take yourself from where you are to where you want to go.

It’s a choice you make to look at the dream rather than at your current reality.

It’s your attention to negative things that brings on negative emotions. A positive emotion is a shift away; it’s up to you to shift the thought.

Looking within means you look at the possibilities, not the past limitations you once set for yourself.

Your intention is not a reflection of past; it is a porthole to the future you are creating by placing your attention on it.

 

 

With Love,

Me, different form of yesterday…

Fun Rock Goes to Mahameru

Standard

Beberapa bulan lalu bahkan mungkin sampai hari ini, sejak kemunculan film 5cm, nama Mahameru atau Semeru kian naik daun dan menjadi destinasi idaman para pendaki atau bahkan travelers yang mungkin awam dengan gunung. Meanwhile, gue dan beberapa sahabat udah bermimpi untuk bisa sampai di ‘Atap Jawa’ tsb dan berhasil berdiri tegak diatasnya sejak 6 tahun yang lalu 🙂

Terus, kenapa tulisan ini diposting? kan udah lama, udah basi!

Buat gue, cerita suatu perjalanan tidak akan pernah menjadi basi atau membosankan, because memory last and you can easily recall the emotion and adrenaline just by tell the story or simply imagine it.

So.. here it is..

Fun Rocks Girls Goes to Mahameru

(oleh : Riyan Anggraeni)

Komunitas penggiat alam bebas kini bukan hanya berisikan kaum adam belaka, tetapi sudah di dominasi oleh para wanita-wanita perkasa. Atas dasar itulah kami berkeinginan untuk mengadakan sebuah pendakian  dimana semua anggota pendakiannya adalah anggota putri ELPALA (Enam Lapan Pencinta Alam).

Tujuan diadakannya Pendakian Putri ini adalah untuk membuktikan bahwa sebagai wanita  ELPALA yang tangguh dan ikut berpartisipasi dalam era emansipasi wanita.

Pada pendakian Putri yang dilaksanakan pada tanggal 3 – 9 Juli 2006 ini dipilihlah Gn. Semeru (gunung tertinggi di Pulau Jawa yang dijuli ‘Atap Jawa’)  sebagai tujuan pendakian. Dengan anggota pendakian sebanyak 4 orang wanita yaitu Riyan, Defina, Nana, dan Dhea yang semuanya berasal dari anggota SMA angkatan XX – Talaga Wanacaqti.

And here’s the story…..

Senin, 3 Juli 2006

Kami berkumpul disekolah tercinta, SMA 68

Depan Posko di SMA 68

Depan Posko di SMA 68

selanjutnya menuju St. Senen untuk membeli tiket Matarmaja. Waktu berjalan begitu cepat, ga terasa udah jam 2 siang dan itu tandanya kereta akan segera berangkat!!! Sempet sedih juga sih meninggalkan Jakarta (maklum, namanya juga pendakian perdana tanpa alumni, cewek semua lagi!!). Perjalanan yang menghabiskan kurang lebih 20 jam di kereta bener-bener melelahkan, ganti posisi duduk adalah suatu hal yang udah ga bisa dihitung lagi karena saking banyaknya. Saya dan Nana malah hampir tertinggal kereta gara-gara ke toilet di salah satu stasiun Jawa Tengah. Yah, kami anggap ini adalah ujian pertama dalam perjalanan ini.

 

Selasa, 4 Juli 2006

Akhirnya sampai di Malang pukul 10 pagi dan segera menuju pasar Tumpang untuk menyewa jeep yang akan mengantarkan kami ke pos pendaftaran.  Karena harga sewa jeep cukup mahal maka kami harus menunggu pendaki lain yang juga ingin menyewa jeep, tetapi hanya bertambah 2 orang pendaki, maklum sebelumnya gunung Semeru sempat ditutup karena dalam keadaan Siaga 1. Akhirnya, kami disarankan oleh  pemilik jeep untuk berangkat besok pagi dengan menggunakan truk sayur tentunya dengan harga yang lebih murah dan dipersilakan menginap dirumahnya. Asiiik..

Rabu, 5 Juli 2006

Pagi-pagi subuh kami berangkat menuju Ranu Pane naik truk sayur (tapi kok isinya pupuk semua ya..??!) Matahari udah mulai terbit dan pemandangan sekitar mulai terlihat, pemandangan sekitar Bromo bagus banget! Pukul ½ 9 nyampe di pos pendaftaran Ranu Pane, setelah mengurus izin, kami berangkat didampingi porter menuju Ranu Kumbolo, tempat camp pertama. Perjalanannya menempuh jarak 10 KM dengan kondisi jalanan yang landai. Cape sih tapi semuanya kebayar begitu ngeliat Ranu Kumbolo, danau yang indah, sumpah bagus banget! Pukul ½ 4 kami ngecamp dan mendirikan tenda tidak lupa foto-foto, setelah itu beres-beres dan masak. Makan malam yang indah ditemani bintang-bintang sambil bercerita (baca :gosipp)

XX

Ranu kumbolo

Ranu Kumbolo

Kamis, 6 Juli 2006

Next destination : Arcopodo

Yap, untuk berangkat ke Arcopodo, kami harus melewati yang namanya Tanjakan Cinta (Karena gabungan dua bukit ini mirip gambar hati dan menurut mitos, siapapun yang melewati tanjakan ini tanpa berhenti dan tanpa menoleh kebelakang dengan memikirkan orang tersayang maka ia akan mendapatkan kehidupan cinta yang diharapkan, katanya lho..) dan selama perjalanan ga ada tuh yang nengok-nengok kebelakang, termasuk saya!!(hehe..maklum, nasib percintaan kami sedang amburadul saat itu). Setelah melewati Tanjakan Cinta, kami menuju Oro-Oro Ombo, sabanna yang luas banget trus masuk ke Hutan Jambangan dan tibalah di Kalimati, lunch time. Rencananya, kami ingin melanjutkan pendakian sampai Arcopodo, tetapi kepulan asap Mahameru bertiup kearah pendakian, maka diputuskan kami ngecamp di Kalimati saja. Dari sini Mahameru jelas terlihat berdiri kokoh dengan kepulan asap beracunnya yang membuat sosok legendaris Soe Hok Gie meninggal karenanya. Malamnya, kami mempersiapkan diri untuk melakukan summit attack jadi tidurnya ga boleh malem-malem.

Kalimati

Kalimati

Jum’at, 7 Juli 2006

Jum’at dini hari(1/2 1) kami bangun dan siap-siap summit attack, ga lupa makan dulu walaupun cuma beberapa suap! Setelah selesai makan dan berdoa bersama, kamipun langsung jalan menuju Arcopodo. Tracknya lumayan terjal jadi rasa lelah pun tak dapat dihindari, track udah mulai beda yang artinya kami sudah memasuki wilayah berpasir!!! Nah, dari sinilah perjuangan dimulai….

Buat nanjak+napas rasanya susah banget! butuh perjuangan berat. Disini mental yang punya kendali. Semua udah pada pucet, ada yang bilang ga sangguplah, mau nyerah aja. Jujur, saya sendiri juga udah rada ngedown nanjak ditanjakan berpasir yang kayanya kok ga nyampe-nyampe!! Tapi MARS ELPALA + lagu I Believe I Can Fly membuat kami bangkit. Matahari udah menampakan diri, sunrise. Kami saling membantu berjuang menuju puncak, karena puncak udah terlihat jelas, saya terus-terusan nyemangatin diri sendiri dalam hati “Lo pasti bisa!!ayo, tinggal dikit lagi, masa nyerah sih??!apa sih yang anak ELPALA ga bisa?!!” Akhirnya setelah mendaki skitar kurang lebih 6 jam, kami nyampe juga di puncak tertinggi P. Jawa, Mahameru (3676 mdpl) (berasa jalan diatas awan) bangga, haru, takjub!!! hanya rasa syukur yang terucap, speechless jadinya…

Kepulan asap dari Kawah Jonggring Saloko

Kepulan asap dari Kawah Jonggring Saloko

Puncak Semeru 3676mdpl

Puncak Semeru 3676mdpl

Disusul kemudian oleh Defina, Dhea, dan Nana (berpelukan…hehe) Setelah puas menikmati pemandangan dan berfoto-foto dengan latarbelakang kepulan asap dari kawah Jonggring Saloko, dan tak lupa mengibarkan panji ELPALA, kamipun turun. Perjalanan turun tak sesulit perjalanan naik tapi juga tak semudah yang dibayangkan!!semua jatuh bangun di tumpukan pasir. Setelah sampai di camp Kalimati, kami istirahat dan makan siang lalu siap-siap untuk turun ke Ranu Pane. Dan kami pun mendengar kabar bahwa Semeru ditutup karena kembali dinyatakan dalam keadaan Siaga 1!! (Wah, jangan-jangan jalur pendakian dibuka hanya untuk kami hehe) Malamnya, kami menginap dirumah mas-mas porter. Rasa lelah membuat kami tidur sangat pulas dan nyaman.

 

Sabtu, 8 Juli 2006

            Pagi hari kami menyempatkan diri mandi (padahal airnya dingin bangetbanget!)setelah sarapan dan pamit pulang, kamipun kembali naik truk sayur dan menuju St. Malang. Ternyata tiket duduknya habis dan terpaksa membeli tiket berdiri dengan harga yang sama (harusnya lebih murah tuh, tapi gpp drpd ga dapet tiket sama sekali) kami segera menempati gerbong 9, gerbong kereta paling akhir, samping WC dan lesehan!! (lengkaplah penderitaan) di kereta kali ini kami bersama para pendaki lain yang bertujuan Jakarta dan Bekasi.

Minggu, 9 Juli 2006

Semakin dekat menuju Jakarta, dan tibalah di St. Jatinegara jam 9 pagi. Langsung menuju rumah saya (karena jaraknya paling dekat dengan stasiun) untuk beristirahat sejenak dan kemudian pulang kerumah masing-masing. Waa..senangnya bertemu orang-orang tercinta (baca : orang rumah) setelah seminggu bertualang bersama teman-teman.

Rasa bahagia, bangga dan kenangan indah dari perjalanan ini akan tetap terasa sampai kapanpun, berdiri tegak diatap P. Jawa, Mahameru merupakan suatu kebanggan tersendiri, karena ga sedikit orang yang meragukan kami (karena kami wanita tentunya..) but, WE MADE OUR DREAM COME TRUE!!! Terima kasih atas dukungan dan semangatnya, Pendakian Putri ini untukmu, ELPALA….

Proud born to be a woman…

Footnote :

  • Tulisan ini repost dari artikel Buletin Elpala edisi ke II
  • Foto-foto terbatas karena saat itu kami memakai kamera manual dengan film roll, yang nyatanya setelah dicetak entahlah ada dimana hasilnya

Bagi yang ingin dan belum mendapat kesempatan menapaki  ‘Atap Jawa’ jangan menyerah! Teruslah berusaha, karena takkan lari gunung dikejar. Bagi yang sudah dimanjakan oleh keindahan Semeru, berbahagialah dan lestarikanlah!

“Take nothing but picture, Kill nothing but time, Leave nothing but footprint…”

Salam Rimba!

In between

Standard

“Oftentimes we call Life bitter names, but only when we ourselves are bitter and dark. And we deem her empty and unprofitable, but only when the soul goes wandering in desolate places, and the heart is drunken with over-mindfulness of self “

– Kahlil Gibran; The Garden of  The Prophet.

Black and Whie

Weekend Gateway – Tidung Island

Standard

Where to go when you only have limited time to holiday, Jakartans?

Well, the easiest way is to go to Kepulauan Seribu. The most famous island nowadays are :

  1. Pramuka Island
  2. Tidung Island
  3. Pari Island

and on 2-3 March 2012, me and my friends chose Tidung Island as our weekend gateway.

As mentioned in http://www.indonesia.travel.com, Tidung island is the largest and one of the most populous islands in the Kepulauan Seribu district. Tidung itself is divided into two islands. Pulau Tidung Besar, and Pulau Tidung Kecil. 

What to do?

Snorkeling, cycling, water sport, Island Hopping (you can choose which island near Tidung you want to visit).

How to get there?

Tidung Besar Island is easily reached by ferry from the Muara Angke harbour in Jakarta, it takes about 2 to 3 hours. The boat leaving at around 7:00 am so make sure you do not miss the boat. If you want comfort boat then i suggest you to take KM. Lumba-Lumba from Kali Adem (New Harbour).

Price

Tour and travel package for 2D/1N around Rp 350.000/person.

The boat fare is about Rp. 33.000/person.

ImageImageImageImageImageImageImageImageImage

(Untitle)

Standard

Hari ini aku meminta untuk lupa

Pada rupa yang kusuka

Pada hati yang tak peka

Agar suatu ketika aku bisa berkata…

“Kita ini memang pernah ada

tapi..hanya sepenggal cerita

Semu, tak bernama”

RED IS THE NEW BLACK!

Standard

This slideshow requires JavaScript.