Saat Malam Tiba

Standard

Saat malam tiba, kamu harusnya tahu

bahwa tempat kesukaanku adalah melingkar dipinggangmu

menyelinap dibalik punggungmu

membaui setiap lapisan kulitmu

merekam setiap ekspresi dan kata yang keluar dari bibirmu

Saat malam tiba, aku menikmati setiap detik bersama

menghirup bebas udara kota 

bercampur kepulan asap rokok yang kau hembuskan ke angkasa

Sofa cokelat tua adalah benda kenangan yang tersisa

dimana tanpa banyak kata, kamu dan aku melebur menjadi kita

Dan saat pagi menyapa..

kita pun bukan siapa-siapa

Setidaknya, biarkan aku mencerna

bahwa semua itu nyata adanya

Saat malam tiba..

Advertisements

“Ini yang Terakhir….”

Standard

Image

Pict. Tj. Aan Lombok, Indonesia

Rasanya sudah terlalu banyak “ini yang terakhir” yang kita langgar.

Tapi, semoga kali ini kita tidak menjilat ludah sendiri ya, sayang..

Oh iya, mungkin kau bisa mulai dengan meng-AMIN-i

tentu saja dalam hati, untuk setiap janji yang kita sepakati…untuk ditinggal ‘MATI’

Dan lain kali, jangan pernah datang lagi

atau pun sekedar kembali

Saat aku sibuk menyesali dan menata diri, atas rasa yang entah apa namanya ini.

Sajak, Kamu, dan Rindu

Standard

Selalu, ada saja yang membawaku kembali kepadamu

Segenggam ingatan masa lalu dan lagu-lagu sendu

lalu berakhir pada sajak syahdu

Mungkin aku sedang merindu

Pada kamu yang selalu berlalu dan tak mau tahu

Semoga saja ini cepat berlalu

Agar tidak membatu dan meluluhlantahkan hatiku

First!

Image

First!

Wise man says “The expert of anything was once a beginner”

So, lets just begin to write, for my own satisfaction and hopefully can be your references or at least put a smile in your face 🙂