Welcome to Indonesia, my friends..

Standard

Just realize that i had big opportunity to share the beauty of Indonesia while doing my current job. Just like now, i just finished assisting Building Success training in Grand Hyatt Hotel. The trainers come from London, they are Sarah and Jo. For Jo, this is her first time visited Jakarta, meanwhile Sarah already visited Jakarta couple years ago. As Sarah mentioned while we have our lunch yesterday, she love Indonesia because of the beauty of the nature. Besides Jakarta, she visited others city, like Yogyakarta, Bali (of course) and Lombok also Gili Trawangan. But, there’s a thing that shocked me, she told that she went to Gili Trawangan for her holiday 18years ago!! Can you imagine how cool she was! She knew and came to Gili Trawangan since a very very long time ago, when there’s still limited information about Lombok and Gili. And look at me? i visited Gili couple months ago, ooh poor me 😦

I shared my story while taking holiday in Gili Trawangan months ago and we agreed to mention Gili Trawangan as one of the ‘Hedon’ island in the world, party everywhere, everytime, as you pleased. She told that Gili still remote area, which is peaceful and very beautiful and clean when she was there. Hmm..i bet it was greater than now.

It such an honor to share knowledge about my lovely country, Indonesia. i usually start from simple thing, like food, batik and simple greeting like “Selamat pagi/siang/malam”, “Terima kasih”, “Apa kabar?”, etc. I found out that most of native people love Nasi Goreng, Sate Ayam, and Kerupuk. They also like spicy food, which is we have lots of Sambal, the secret recipe to complete spicy food taste greater. Unfortunately, both of them had tight schedule and have to go back to London tonight, so we dont have some time to explore more about Jakarta.

That’s not my first experience with my expatriate trainer. The most remarkable and memorable one happened three weeks ago. Her name is Leslie, middle age woman come from Ohio, United Stated. She’s one of a kind, shared lots of story about her personal life and also asked about mine. She gave lots of meaningful feedback of my story, great advice and very supporting.

As that was her 1st time come to Jakarta, its such an honor (again) for me and my friend to invited her to hang out and enjoying Jakarta. We went to Inul Vista for ‘karaoke’, having fun together and finished in Sate Khas Senayan to have dinner. Until now, we do keep in touch through email. And  i’m excited to meet her again on the 1st week of December, yes she will be the trainer of my upcoming training program in Jakarta. It will be another great experience and lovely moment, i guess.

Advertisements

Our version of “Story of Us”

Standard

“Gak penting siapa yang start duluan, kita liat aja siapa yang berhasil nyampe finish lebih dulu”.

Sebenarnya tulisan kali ini dilatarbelakangi oleh kisah cinta Vino G. Bastian dan Marsha Timothy yang baru-baru ini saya tonton di infotainment. Terus terang, saya cukup kaget dan mempertanyakan kebenaran berita tersebut sebelum akhirnya menyaksikan sendiri berita bahagia itu di TV. Kenapa kaget? Karena selain saya sudah jarang menikmati berita artis di TV, hal lain yang saya tahu adalah kedua artis tersebut sebelumnya menjalin kisah cinta dengan orang lain (dan sepertinya terlihat adem ayem dan sangat cocok, setidaknya menurut pandangan saya).

Sebelumnya, Vino G. Bastian cukup lama dikabarkan dekat dengan Upi, seorang sutradara wanita ternama Indonesia. Disisi lain, Marsha telah lama menjalin cinta dengan Fachri Albar. Dari kisah cinta tersebut, saya sangat suka dengan pasangan Marsha dan Fachri, saya anggap mereka pasangan sempurna, ganteng-cantik dan saling setia. Kabarnya, perbedaan agamalah yang menahan mereka untuk beranjak ke jenjang berikutnya. Namun, nyatanya takdir berkata lain. Setelah sekian lama mengarungi lika-liku percintaan bersama pasangan masing-masing, namun hati mereka tidak berlabuh disana.

                Banyak insight yang bisa diambil dari kisah cinta Vino dan Marsha. Bahwa hal yang paling mendasar adalah sekeras apa pun manusia berusaha dan merancang segala sesuatunya, jika Tuhan tidak berkenan, maka tidak akan terwujud, begitu pun sebaliknya. Di dunia nyata dan dari kisah orang-orang terdekat cukup banyak kasus serupa yang saya temui. Bertahun-tahun menjalin cinta, terlihat seperti sepasang kekasih yang saling melengkapi dan tidak jarang membuat iri, namun pada akhirnya harus dihadapi pada kenyataan tidak akan pernah mengikat janji untuk hidup bersama sampai akhir hayat. Ini bukan mengenai perkara siapa pacaran paling lama atau kisah siapa yang berjalan mulus dan baik-baik saja. Jodoh adalah sebuah takdir. Takdir yang telah Tuhan gariskan dan tetapkan bagi para hamba-Nya. Bahwa segala sesuatu menuju takdir Tuhan pasti akan dimudahkan jalannya.

                Yang juga penting untuk digarisbawahi adalah bukan berarti setiap hubungan yang penuh dengan rintangan dan penuh cobaan pasti selalu mengarah pada ‘tidak jodoh’. Bukan itu pointnya. Mungkin Tuhan memang ingin menguji makhluk-Nya dengan memberi cobaan sebelum akhirnya menyatu. Sekali lagi, jika memang takdir, pasti dimudahkan menuju hal tersebut. Jadi, sesengit apapun pertengkaran dalam suatu hubungan, jika memang mereka diciptakan satu sama lain untuk saling melengkapi, maka selalu akan ada jalan yang membawa mereka bersatu kembali, saling memaafkan, dan mengesampingkan perbedaan. Yang perlu dilakukan adalah make the most of everything, everytime, everywhere with the one you’re sure of and in love with. Sehingga jika pada akhirnya memang tidak bisa bersatu, penyesalan tidak singgah dan menghantui sepanjang hidup.   

#NoteToSelf : We may not always end up where we thought we were going, but we will always end up where we were meant to be

Sebagai penonton, saya sangat terhibur melihat tayangan pernikahan Marsha dan Vino, turut merasakan senyum bahagia yang mengembang begitu tulus dan cinta yang begitu hangat. Bahkan kisah cinta mereka diabadikan dalam sebuah video pendek berjudul “Story of Us” yang saat ini ramai diperbincangkan khalayak karena banyak menginspirasi.

Well, It always put a smile in your face knowing something good happened and ended in a beautiful way, even its not the end yet, but its happy, indeed.

Selamat Berbahagia 🙂

Vino & Marsha

Dan, lagi…

Standard

Jika pada akhirnya kita bersama lagi

dan ingkar janji untuk menyudahi

Maka, salahkan saja kenyataan yang selalu membawamu kembali padaku

atau nyatanya, jelas sudah aku memang tak pernah mampu melupakanmu

Seperti malam ini…

Disini, kembali (lagi).

 एक अक्तूबर